Jumat, 12 Oktober 2012

2 dan sebuah cita-cita

Aku baru aja selesai membaca novel 2 nya Donny Dhirgantoro, sebuah kisah yang sangat luar biasa tentang kegigihan, keberanian, kerja keras dan semangat untuk hidup. Aku salut dengan Gusni  yang tidak menyerah dalam penyakitnya tapi memutuskan berjuang melawannya. Dinovel ini juga mengajarkan untuk mencapai cita-cita yang definisinya sangat sederhana yaitu sesuatu yang membuatmu senang dan dapat membnggakan orang tua.

Berbicara cita-cita, aku ingat ketika masih kecil dulu. Mempunyai cita-cita yang begitu banyak dan sering berubah, ngeliat ayah aku kepingin jadi guru, ngeliat polisi pengin jadi polwan, ngeliat dokter pengin jadi istrinya dokter, ngeliat apotek pengen pula jadi apoteker, cita-cita masa kecil dulu nggak konstan hanya sekedar kepingin dan random. 

Sekarang aku kepingin (termasuk cita-cita nggak ya?) punya toko buku sendiri atau taman bacaan yang aku kelola sendiri (jadi keingat penyewaan novel punya ku dulu), toko buku yang mungil saja tapi koleksinya lengkap, disampingnya aku ngebuat taman bacaan untuk anak-anak, lesehan dengan sesekali membahas buku yang mereka baca. Pasti seru ngeliat anak-anak yang lagi membaca di ruangan yang colorfull. Toko bukunya dibuat senyaman mungkin, dengan interior yang agak klasik, pokoknya nggak hanya sebuah toko... duh, ngebayanginnya aja bikin aku ngiler. Mudah-mudahan cita-cita yang satu ini kesampaian, Amin...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...