Penulis :Francisca Todi
Penerbit : Gradien Mediatama
ISBN : 978-602-20-8041-1
320 halaman, cetakan ke 5, 2013
My Rating : 4/5
Pinjam dari Ertalin
Blurb :
Cinta bisa datang kapan saja dan dimana saja. Ungkapan tersebut seringkali muncul dan tanpa sadar saya selalu menganggukkan kepala jika mendengar atau membaca kalimat tersebut, sebuah penyetujuan.
Sama halnya dengan kisah Sophie dengan seorang Italia, Antonio Azzaro yang disangkanya Mafia, hanya karena menanggapi pertanyaan konyolnya tentang Silsilia. Pertemuan mereka yang tanpa sengaja membuat Sophie harus rela hidupnya diusik Antonio. Awalnya Sophie menganggap Antonio hanya iseng mempermainkan hidupnya yang tiba-tiba saja dipenuhi dengan berbagai masalah, tetapi Antonio menjelma menjadi sosok penolong dan selalu melakukan hal-hal yang manis.
Mafia Espresso membuat saya menyadari jatuh cinta adalah sebuah hal yang indah. *Seduh espresso.
Sama halnya dengan kisah Sophie dengan seorang Italia, Antonio Azzaro yang disangkanya Mafia, hanya karena menanggapi pertanyaan konyolnya tentang Silsilia. Pertemuan mereka yang tanpa sengaja membuat Sophie harus rela hidupnya diusik Antonio. Awalnya Sophie menganggap Antonio hanya iseng mempermainkan hidupnya yang tiba-tiba saja dipenuhi dengan berbagai masalah, tetapi Antonio menjelma menjadi sosok penolong dan selalu melakukan hal-hal yang manis.
“Aku tidak percaya akan cinta pada pandangan pertama. Tapi harus kuakui, aku menyukai apa yang kulihat pada pandangan pertama.”Membaca Mafia Espresso meninggalkan kesan tersendiri. Dari awal saja sudah membuat saya senyam senyum nggak jelas. Apakah karena saya membacanya saat malam yang berhujan membuat sisi romantis saya ambil alih *uhuk*. Senyum saya selalu mengembang ketika Antonio melakukan hal-hal manis untuk Sophie, bahkan saat Antonio melakukan hal-hal sepele. Tapi saya agak merasa aneh dengan panggilan Antonio kepada Sophie, tesoro yang berarti sayang. Hmm.. apakah pria Italia memang dianugrahkan bakat untuk merayu? ah, saya jadi kepingin Antonio menjelma menjadi seseorang yang real di kehidupan saya *dikeplak Sophie.
Mafia Espresso membuat saya menyadari jatuh cinta adalah sebuah hal yang indah. *Seduh espresso.
“Kadang waktu bergulir maju, tapi tanpa dirimu. Kadang hidup berputar, tapi kau tertinggal di belakang. Lalu mendadak kau sadar, bukan salah waktu tak mau menunggu, bukan salah hidup terus berputar. Tapi salahmu, berdiri membeku di tengah jalan, menolak meninggalkan masa lalu.”
"Ada perbedaan besar antara apel busuk dan apel yang sedikit penyok. Apel penyok masih bisa kau nikmati,rasanya tetap enak.Tapi apel busuk akan membuatmu sakit"
Postingan ini diikutkan dalam
~ Indonesia Romance Reading Challenge 2014
~ New Authors Reading Challenge 2014
~ New Authors Reading Challenge 2014
Semoga secepatnya menemukan Antonio nyata ya, hehe :) Nice story
BalasHapushahaha..*blushing* btw terimakasih atas kunjungannya :)
Hapustambah sedap aja nih pas dibaca waktu hujan..haha..kereen kan, Mbak, Mafioso Antonio nya? hihihihi.. klo ketemu yg real, jangan lupa dikenalin ke kita" ya..wkakkaa..
BalasHapusiya nih.. cocok banget jadi bacaan pas lagi hujan-hujan kayak gini.. feel nya dapat banget.. makasih ya udah dipinjamin *kisskiss. Aaaakk.. dimana ya nyari yang mirip Antonio?
Hapussama- sama, Mbak Lis.. hehe.. langsung deh ke Itali, Mbak, bier berasa mafia- mafia nya..hihi :p
Hapushaha,lucu yang di sangka mafia tapi lama-lama malah jatuh cinta,keren mbak
BalasHapussukses terus
duh jatuh cinta itu memang indah kok, yakin deh :p
BalasHapuscieeee... hahaha semoga beneran indah deh :p
Hapus