Penulis : Hyun Go Wun
Penerbit : Haru Publisher
ISBN : 978-602-7742-39-0
405 halaman, cetakan ke 1, 2014
My Rating : 3.5/5
Blurb :
"Dewi, tolong kabulkan satu permintaanku. Aku mohon Dewi untuk memanusiakan orang itu." (P. 22~)
Moon in the Spring menceritakan tentang Dal-hee, seorang kandidat dewi yang melanggar peraturan langit dengan turun ke bumi dan menggantikan posisi wanita yang telah meninggal, Ji-wan. Awalnya Dal-hee merasa iba dengan tangisan dan doa Ji-wan yang ingin segera mati karena tidak kuat lagi menjalani hidup. Sebelum mati, Ji-wan memohon agar Dal-hee berjanji untuk memanusiakan Kang min hyuk, tunangannya yang tak berperasaan. Dengan keputusan sepihak dan tanpa pikir panjang Dal-hee menyanggupinya dan segera mengambil alih posisi tubuh Ji wan, walaupun malaikat maut tidak menyetujui keputusan Dal-hee karena akan mengubah tatanan dunia langit dan dunia bawah bumi.
Kang min hyuk, tunangan Ji wan yang mulanya bersikap acuh akan kehadiran Ji wan mulai merasa jika gadis itu berbeda setelah bangun dari kematiannya. Ji wan yang sekarang adalah Ji wan yang berani menantang matanya, tidak takut menghadapinya dan berani melakukan hal-hal yang dulu tidak mungkin dilakukan. Ji wan yang sekarang adalah gadis yang berani dan ceria, sifat takut dan diamnya seakan hilang entah kemana.
Memanusiakan Min hyuk menguras habis energi dan pikiran Dal-hee, belum lagi jika mereka bertemu ada saja hal-hal yang mereka ributkan dan tanpa sadar mereka menjadi lebih dekat. Dal hee pun akhirnya mengetahui mengapa sikap Minhyuk terlihat sangat buruk. Min hyuk pun menyadari Jiwan (atau Dal hee) adalah seorang wanita yang menarik dan berusaha memperbaiki sifat buruknya tetapi ada masalah lain yang harus Min hyuk selesaikan, sementara itu waktu keberadaan Dal hee di bumi pun semakin singkat.
Ini kedua kalinya saya membaca karya dari Hyun Go Wun dan saya suka dengan cara penulisannya. Membaca novel Hyun Go Wun seperti menonton Kdrama ^^. Saya agak kurang menyukai di bab-bab awal Moon in the spring (agak sedikit membuat bingung) dan saya merasa kedekatan Ji wan (Dal hee) dengan Min hyuk terasa lambat. Tapi, ketika mereka mulai mengenal satu sama lain dan hubungan mereka semakin berkembang saya senyum-senyum sendiri. Adakalanya tingkah Minhyuk membuat saya ngakak dan beberapa kali saya jejeritan labil. Kalau diibaratkan ketika saya menonton Kdrama, adegan romance Minhyuk dan Dalhee akan saya pause dan replay terus-terusan, hahaha (kebiasaan penonton labil). Saya juga cengengesan nggak jelas ketika Dal hee mulai menampakkan sikap frontalnya dan mengeluarkan komentar-komentar pedasnya. Jika saya jadi Min hyuk, otomatis saya akan berkata, "sakitnya tuh disini.." sambil nunjuk dada, hahahaha.
Ah hampir lupa, Lee I-Gu si Malaikat Maut dengan nomor punggung 2999 (ups) mengingatkan saya pada Scheduler di 49 days. Entah mengapa jika ada malaikat maut, saya selalu memvisualisasikannya ke Jung Il Wo *dikeplak. Moon in the spring juga mengingatkan saya pada kdrama My girlfriend is gumiho atau Arang and the magistrate. Sepertinya seru jika kisah Dal-Hee dan Minhyuk dijadikan Kdrama, hm.. kira-kira siapa yang cocok meraninnya ya?
Menjadikannya manusia. Manusia yang berhati busuk itu? Malaikat itu memandang Min hyuk dan menggeleng. Sepertinya akan lebih mudah kalau langsung membawanya ke bawah bumi. Karena biasanya manusia seperti itu umurnya lebih panjang. (P.22)
Kang min hyuk, tunangan Ji wan yang mulanya bersikap acuh akan kehadiran Ji wan mulai merasa jika gadis itu berbeda setelah bangun dari kematiannya. Ji wan yang sekarang adalah Ji wan yang berani menantang matanya, tidak takut menghadapinya dan berani melakukan hal-hal yang dulu tidak mungkin dilakukan. Ji wan yang sekarang adalah gadis yang berani dan ceria, sifat takut dan diamnya seakan hilang entah kemana.
"Hmm...? Wanita yang selama ini ku kenal tidak pernah berbicara sefrontal ini. Apalagi tersenyum sinis. Lalu siapa wanita ini sebenarnya?" (P.65)
Memanusiakan Min hyuk menguras habis energi dan pikiran Dal-hee, belum lagi jika mereka bertemu ada saja hal-hal yang mereka ributkan dan tanpa sadar mereka menjadi lebih dekat. Dal hee pun akhirnya mengetahui mengapa sikap Minhyuk terlihat sangat buruk. Min hyuk pun menyadari Jiwan (atau Dal hee) adalah seorang wanita yang menarik dan berusaha memperbaiki sifat buruknya tetapi ada masalah lain yang harus Min hyuk selesaikan, sementara itu waktu keberadaan Dal hee di bumi pun semakin singkat.
![]() |
source |
Ah hampir lupa, Lee I-Gu si Malaikat Maut dengan nomor punggung 2999 (ups) mengingatkan saya pada Scheduler di 49 days. Entah mengapa jika ada malaikat maut, saya selalu memvisualisasikannya ke Jung Il Wo *dikeplak. Moon in the spring juga mengingatkan saya pada kdrama My girlfriend is gumiho atau Arang and the magistrate. Sepertinya seru jika kisah Dal-Hee dan Minhyuk dijadikan Kdrama, hm.. kira-kira siapa yang cocok meraninnya ya?
Banyak manusia yang mungkin tidak sadar bahwa dunia yang mereka tinggali saat ini sebenarnya menyenangkan sekali. Mereka sibuk menjalani rutinitas yang membuat hidup mereka terasa datar dan biasa-biasa saja. Mereka terlalu sibuk bekerja keras untuk bertahan hidup. Sayang sekali, karena mereka jadi tidak punya waktu untuk menyadari bahwa dunia yang mereka tinggali punya nilai dan makna yang lebih dari itu. (P.133)
Hiduplah dengan bahagia! Beruntunglah karena bisa saling berbagi cinta dengan manusia lain. Jangan sia-siakan apa yang sudah kalian miliki. (P.395)
Novel Hyun Go Wun keren2... selalu suka sama cerita dari novel2 beliau... jadi ngobatin demem korea yang melanda ga abis2 kalo baca novel2 dia ^^
BalasHapusaku selalu ngerasa seperti nonton kdrama kalau baca novel penulis korea :)
Hapus